Thursday, February 9, 2017

The Last Of Us

0 comments
I knew it was a fate when we met and tied together.
It's not really not just the same now without her.
Nowadays I'm not really being unfaithful.
When I stepped that pedal my life became officially dull.

I know it's cliché when I say I haven't move on
And I know it's an irony when sometimes I stalked you since you been gone.
The path I walked in since we took part was the opposite of cotton.
If only I could press a reset button.

Look at my dreams, they're all shattered they're all flying.
Pay attention to this pot, this rose is dying.
We can't expect of somebody to be our last.
No matter how hard you try, you just can't escape the past.



"The world took something from him,
So he took something from the world."
-The Last Of Us (2013)

Wednesday, February 1, 2017

One Heavy February

0 comments
On the edge of empire of hollowness.
Neither one of us would take that leap of faith.
Every other people who share to their beloved ones.

Hence I chose not to be ordinary.
Even if those heroes point their swords against me.
All the wrong choices brought me to this February.
Violates every step that I took even though I was shimmy.
Yawning every night silently in that library.

First of all, I'm not trying to be all gloomy.
Entering the darkness asking for your pity.
But I only wanted us to be easy.
Reap the stones, making my path shiny.
Under the shooting star wishing them to let me be.
Above the road I'll make them see.
Rise and shine, you filthy sack of vanity.
Yet I survived again this month of serendipity.

Nine Pillars Of Clarity

0 comments
To slowly die in vain, or to be suffered in pain.
Even when people have to bow, they must be sealed in a vow.
Feeling tricked within two cities in such a shame.
Only to realize everything is nothing more than just a game.

Spending pennies and cents to forget of how it was.
In a cheap café trying so hard willing to adjust.
In a night where the moon sends her best regards.
In a useless world when  the memories caught you off-guard.

How god create such a scenario to a happy ending movie.
Dream about travelling countries in a faceless RV.
Why is it so hard to get a life which is safe and lovely?
I'm taking a stand, strong enough to wait for a remedy.

Saturday, January 14, 2017

Antara Kembali Dan Menetap

0 comments
MELELAHKAN, INI MELELAHKAN!

Tanpa disadari ternyata tak dapat lagi dipungkiri.
Sekarang pukul sepuluh tapi bahkan belum setengahnya.
Delapan puluh sembilan langkah setapak menuju ke kiri.
Menghilang tanpa suara tapi belum ada yang bertanya.

Ujung pisau yang terasah membisikkan jalan pulang.
Roda gigi yang berputar menyerukan tanda silang.
Bila malam memiliki batas ketidaksinambungan,
Mengapa mereka tertatih untuk saling bertukar peran?

Ketika layar menjadi gelap dan refleksi diri telah terpampang.
Cekungan ragu di pelosok nurani yang terdalam.
Bukan salah senja jika sinar mentari berjalan menyimpang.
Hanya seutas rindu yang ingin menyampaikan salam.

Wednesday, December 21, 2016

Fakta Dan Citra

0 comments
Bahwasanya mendiang memori pernah hidup bukan untuk kita.
Cukup guratan pasif pada layar polos tak dapat dikembalikan.
Menghambakan diri pada tahta terperangkap dalam sepuluh suku kata.
Pertama kali murka di mana setiap sudut menjadi korban ratusan hentakan.

"Buka tirai itu kemudian pecahkan kacanya!"

Seru nona penghasut tanda tanya.
"Genggam setiap kepingannya selagi aku tertawa!"

Kalimat itu menusuk dari telapak tangan hingga dasar jiwa.

Senar ini telah lelah menjadi perantara kasih yang menyimpang.
Pertemuan antara hangatnya pelukan dengan sakitnya pengkhianatan.
Apa yang nona itu katakan berseberangan dengan fakta yang terpampang.
Beliau hanya tidak mengerti batas rentan setiap orang memiliki tingkatan.

Apa harga yang ditawarkan kepadanya terlalu rendah?
Mungkinkah semua kekaguman terdahulu hanya sekadar belaka?
Kepuasan kami adalah ketika mereka sendiri yang menelan ludah.
Kenyataan terungkap ketika kedua telinga tertutup dan mata menyetujui,
Ternyata: petaka.

Saturday, November 26, 2016

Para Pematri Rindu

0 comments
Ornamen berupa harga diri yang mustahil untuk dilepaskan.
Goresan tinta yang luntur karena munculnya awan hitam.
Pusaka langit membobol arti kedewasaan.
Bukan salah para pematri rindu apabila muncul langit yang kelam.

Nyata namun tak tampak, jarak yang mengikis rasa
Bila hanya memimpikan, aku bukan untuk dipamerkan
Dia yang dikenal, sebuah momen yang emosional.
Bukan merupakan pesan, hanya sebuah tulisan.

Paragraf terakhir mencoba menghantui setiap malam.
Buruknya memori mengubah insan dalam sejentik jari.
Ia tiba setiap senja bukan untuk menyampaikan salam.
Melainkan sebuah pengingat bahwa tidak bisa melarikan diri.

Mencoba memimpin pada hari itu dan mereka menatap.
Sosok petinggi tidak menampakkan batang hidungnya.
Sudah setahun lebih menguat dan tidak meratap.
Mungkin hanya inilah yang mereka punya.

Friday, September 30, 2016

Paragraf Penutup

0 comments
Ini cerita ketika kubuat sebuah buku.
Buku ini bercerita tentang lirik lagu, tanda tanya, juga untaian rindu.
Tulisan ini dibuat karena aku telah berhenti mencampuri urusanmu.
Kini telah sampai penutup dan kau layak berada pada bab terima kasihku.

Mungkin saja kita - kami - kau, telah memilih.
Sengaja menunda demi ratusan ejaan yang salah tanpa pamrih.
Perjalanan ini akan (kucoba) kuselesaikan meski tertatih.
Suatu hari kita akan membacanya, hanya tertawa lirih dan itu pedih.

Karena kita membacanya dari dua sisi yang berbeda.
Orang lain melihat bahwa terdapat dua versi, namun senada.
Ketika dipaparkan akan mementahkan seluruh teori yang ada.
Bahkan muncul ribuan umat yang melontarkan kata "daripada".

Menyadarkan mereka kalau bumi ini pun memiliki dua kutub.
Mencegah pertikaian konstan antara logika dan perasaan namun tak sanggup.
Melupakan dari dulu seperti apa yang namanya hidup.
Mungkin goresan darah yang akan kumunculkan sebagai penutup.