Tuesday, June 9, 2015

Masalah Kepercayaan Diri

Sebenarnya udah lama punya pikiran kayak gini. Dari lahir, mungkin? Tapi keadaan dan mood sangat memungkinkan untuk akhirnya gue putusin untuk nulis tentang ini.

Ya. Kepercayaan diri. Masalah yang dari dulu gue punya. Lebih ke fisik sih, sebenernya. Dari kecil gue jelek, gendut, pendek, item, model rambut semacam siluman kelereng (all rights to Raditya Dika) dan lo tau? Gue dari dulu dikatain "fat ass" (ditulis dalam bahasa Inggris untuk mengurangi bahasa yang kurang sopan dan menyakiti diri sendiri). Pokoknya semua yang jelek lah secara fisik ada di dalam diri gue. Karena alasan itulah gue mencoba menutupi semua itu dengan menjadi humoris, melakukan hobi gue dengan jadi pinter, olahraga dan musik. Lo semua lah ya yang menilai apakah gue berhasil dalam semua bidang itu.

Pertama kali, pas SMP ada yang bilang suka sama gue, nggak langsung dari dia, tentunya, gue tau dari temennya. Gue shock. Dia putih, kurus dan cantik. Bayangin seorang yang seperti itu bisa suka sama gue. Ya, dia pacar pertama gue dan nggak berlangsung lama kok. Sampe akhirnya mantan gue yang gue ceritain yang 5 tahun itu. Jujur, dia biasa aja secara fisik, tapi emang menarik perhatian gue dari inner beautynya. Gue, bahkan sampe sekarang, gue tau ini salah dan bisa dibilang gue nggak pantes ngomong gini. Gue membuat 'level' gue sendiri. Gue merasa sangat tidak pantas kalo bersama yang levelnya di atas gue. Yang mana itu yah cantik, putih, eksis, pokoknya semua yang cowok inginkan dari seorang cewek lah. Shock kedua gue adalah ketika kelas 8 ke kelas 9, di mana dia sekelas, dia eksis parah, cantik, inceran semua cowok, wushu dan kelebihan lainnya lah, dua temen dia dan temen gue juga, bilang kalo dia suka gue. Di pikiran gue,"ITU MUSTAHIL WOY". Tapi ya tanda-tanda kalo dia suka sih emang keliatan, dengan intensnya dia ngehubungin gue dan bahkan bilang gamau pisah kelas sama gue. Tapi tetep di angan gue selalu bilang, "ITU MUSTAHIL WOY".

Alasannya? Kenapa gue ngerasa kurang pantas yang levelnya di atas gue? Oke.
Pertama, gue ngerasa kalo gue bakal ngecewain. Dia bakal ngerasa malu jalan sama gue yang bahkan (menurut gue sih) don't know how to dress well ala-ala cowok-cowok mesos di luar sana.
Kedua, gue takut dia bakal dengan mudah direbut sama cowok lain dengan gue merasa nggak akan pernah cukup ada untuk dia, lahir maupun batin dan ini didukung poin pertama tadi. Dengan kelebihan dia itu dengan mudahnya cowok lain bakal suka sama dia dan gue gatau kan di dalam perasaannya dia gimana?

Iya. Sebenernya gue masih bertahan dengan prinsip,"Kalo dia sayang, dia pasti bakal bertahan." Tapi itu nggak jaminan. Seperti yang udah pernah gue bilang, gue nggak mau berekspektasi lagi. Daripada mikir tinggi tapi kecewa.

Kan, melenceng dari topik kan. Balik ke topik deh.
Mindset kayak gini gue bawa, bahkan sampe sekarang. Walaupun banyak sebenernya yang bilang (beberapa sih, nggak banyak) gue ganteng lah (HAHA BULLSHIT), gue good looking enough lah, ketika gue bilang,"Katanya ada yang suka sama gue" ke salah satu temen cewek gue, doi bilang,"Berarti lo nggak sejelek yang lo pikir, Bang". Tetep aja minder. Gue merasa gue nggak akan pernah cukup buat seseorang, dengan bukti yang ada selama hidup yang gue jalanin dan sekarang sedang sangat gue rasakan. Gue ngerasain gue sering dikecewain. Sejujurnya, bukan sering, jarang tapi sekalinya dikecewain: BEUUUH DAHSYATNYA~. Itu sih sebenernya yang bikin gue feelingless. Men, susah yha kalo punya perasaan.

But it's just me and my insecurities, just let us be.
9/6/2015, 10.03 PM, first update.

0 comments:

Post a Comment